banner ad

Doa-doa Ma’tsurat Meminta Kekayaan

| 5 Maret 2013 | 0 Comments
  • Sharebar

pria berdoaSpirit Islam – Secara fitrah manusia itu lebih senang kaya ketimbang miskin. Terlalu banyak syariat Islam yang hanya bisa ditunaikan dengan harta. Sebut misalnya, zakat, haji, jihad, infak, sedekah, mencari ilmu, dan lain-lain. Karena itu syariat mewajibkan umatnya untuk mencari rizki sembari berdoa dan dzikir kepada Allah agar dikaruniai kekayaan.

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)

Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al-Jumuah: 10)

Terlalu banyak bukti empiris dan pengalaman orang sukses banyak doa adalah senjata ampuh mendatangkan kekayaan. Sebab sadar ataupun tidak manusia adalah makhluk lemah tak berdaya dan hanya bisa kuat dengan doa dan menyandarkan diri kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Hanya saja kebanyakan orang tidak yakin dengan doanya, tidak sepenuh hati, masih ragu-ragu, kurang tawakal. Karena itu, jika ingin doa-doa ini menjadi mustajab, harus diperhatikan syarat-syaratnya, waktu dan tempat mustajabah.

Jika merenungi doa-doa kekayaan yang diajarkan Al-Quran dan Sunnah, selalu tidak berdiri sendiri. Meminta kekayaan itu selalu dibarengi dengan meminta keimanan dan hal lain yang mengimbangi kekayaan. Ini menegaskan, kekayaan tidak boleh menjadi tujuan akhir namun ia harus menjadi sarana untuk meraih kemuliaan di mata Allah.

Awali doa-doa ini dengan istigfar minimal 100 kali. Mintalah ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan. Dan berikut doa-doa tersebut:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26) تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27)

“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. (Ali Imran: 26-27)

اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآَخِرِنَا وَآَيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (114)

 “Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama”. (Al-Maidah: 114)

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ

“Ya Allah, Tuhan Penguasa langit dan Tuhan Penguasa Bumi, Tuhan arsy yang agung, ya Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, pembuka biji-biji dan benih tanaman, Yang Menurunkan Taurat, Injil dan Al-Quran, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang melata, Engkau pemegang ubun-ubunnya, ya Allah Engkau Yang Maha Awal tak ada sesuatupun sebelum-Mu, Engkau Maha Akhir tak ada sesuatupun setelahmu, Engkau Yang Maha Unggul tidak ada di atas-Mu sesuatupun, Engkau Maha Batin tak dibawah sesuatupun, selesaikan hutang kami dan cukupkan (jadikan kami kaya) kami dari kefakiran.” (Diucapkan setiap sebelum tidur. HR. Muslim dari Abu Hurairah)

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah cukupkan kami dengan yang halal dan hindarkan kami yang haram (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al-Albani)

اللهم مالك الملك ، تؤتي الملك من تشاء ، وتنزع الملك ممن تشاء ، وتعز من تشاء ، وتذل من تشاء ، بيدك الخير ، إنك على كل شيء قدير ، رحمن الدنيا والآخرة ورحيمهما ، تعطيهما من تشاء ، وتمنع منهما من تشاء ، ارحمني رحمة تغنيني بها عن رحمة من سواك ).

“”Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat dan Maha Penyayang di dunia akhirat, Engkau memberikan keduanya kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau tolak dari orang yang Engkau kehendaki, sayangi dan kasihi akhi dengan kasih sayang dan rahmat yang mencukupkanku dari kasih sayang selain-Mu.” (HR. Thabrani dari Anas bin Malik. Doa diajarkan Rasulullah kepada Muadz radliyallahu anhu dengan janji dari Allah bahwa jika dia memiliki hutang sebesar gunung Uhud maka akan dilunasi oleh Allah. Hadits ini dihasankan oleh Targhib dan tarhib).

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sifat iffah (menjaga harga diri dan martabat serta agama) dan kekayaan.” (HR. Muslim dari Ibnu Masud)

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

“Ya Allah aku meminta kepadamu ilmu bermanfaat, rizki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit” (HR. Daruquthni, doa Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam ketika minum air zamzam).

«اللَّهمَّ إِني أَعوذ بك من الفقر ، والقِلَّة ، والذِّلة ، وأعوذ بكَ من أَن أَظْلِمَ ، أَو أُظْلَمَ».

“Ya Allah aku berlindung dengan-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung dari berbuat zhalim atau dizhalimi.” (HR. Abu Daud dan Nasai dari Abu Hurairah).

“اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي جَعَلْتَهُ عِصْمَةَ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّذِي جَعَلْتَ فِيهَا مَعَاشِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ نِقْمَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ جَدُّهُ”،

“Ya Allah perbaikilah agamaku yang Engkau jadikan sebagai penjaga segala urusanku, perbaikilah duniaku yang Engkau jadikan di dalamnya kehidupanku, ya Allah dengan ridla-Mu aku berlindung dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu aku berlindung dari siksa-Mu, tak ada yang menolak jika Engkau memberi, tidak ada yang mampu memberi jika Engkau menolak dan tidak bermanfaat bagi orang yang memiliki kemuliaan jika Engkau yang mendatangkan kemuliaan.” (HR. Thabrani)

 اَللّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Ya Allah, tidak ada yang bisa mecegah apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau tetapkan tidak bermanfaat bagi orang yang memiliki kemuliaan jika Engkau yang mendatangkan kemuliaan. (HR. Baihaqi, doa setiap setelah shalat)

اللَّهمَّ إني أعوذ بك من الكُفْر والفَقْرِ ، اللَّهمَّ إني أُعُوذ بك من عذاب القبر، لا إله إلا أنتَ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada tuhan melainkan Engkau.” (HR. Abu Daud. Dibaca tiga kali pagi dan petang).

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan dari siksa neraka, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kekayaan dan fitnah kemiskinan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari) (Ahmad Tarmudli)

Tulisan terkait:

Membuka 10 Pintu Keberkahan Harta

Basmalah, Kalimat Keramat Yang Sering Terlewat dan Terlupa Maknanya

Membuka 10 Pintu Keberkahan Harta

Apa itu Berkah?

Doa-doa Yang Terlupakan

10 Kunci Kekayaan Yang Sering Terlupakan Banyak Orang

 

Tags:

Category: PENCERAHAN JIWA

About the Author ()

Leave a Reply